Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Hikmah Isra Mi'raj 1447 H: Perjalanan Menjemput Keadilan Langit di Malam 27 Rajab

Notaris kabupaten tangerang

 Oleh: Keluarga Besar Kantor Anita Rohmah, S.H., M.Kn. Sabtu, 17 Januari 2026 / 27 Rajab 1447 H


Malam Paling Sunyi: Sebuah Titik Balik

Dunia sedang tertidur lelap ketika alam semesta bersiap menyaksikan sebuah peristiwa yang akan mengubah garis sejarah manusia selamanya. Di balik keheningan kota Makkah, ada seorang insan mulia yang sedang mendekap duka yang begitu dalam. Rasulullah SAW sedang melewati Amul Huzni, tahun kesedihan, di mana belahan jiwanya, Siti Khadijah, dan pelindung setianya, Abu Thalib, berpulang ke haribaan Tuhan.

Di tengah luka manusiawi itu, Allah SWT tidak membiarkan kekasih-Nya larut dalam lara. Pintu langit diketuk. Sebuah undangan agung datang melalui Jibril: sebuah perjalanan melintasi ruang, waktu, dan batas nalar manusia yang kita kenal sebagai Isra' Mi'raj.

Perjalanan Horisontal: Menapak Jejak Para Nabi

Dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Isra' bukan sekadar perpindahan fisik yang kilat. Di atas punggung Buraq, Baginda Nabi melintasi hamparan gurun yang bisu, membawa pesan bahwa sejauh apa pun jarak di bumi, semuanya berada dalam genggaman sang Pemilik Takdir.

Di Masjidil Aqsa, beliau memimpin shalat para nabi terdahulu. Sebuah simbol kepemimpinan yang inklusif, sebuah harmoni antara masa lalu dan masa depan. Bagi kami di kantor Anita Rohmah, S.H., M.Kn., fase ini mengingatkan kita pada pentingnya menjaga hubungan sesama manusia (Hablun Minannas), tentang bagaimana hukum dan keadilan harus ditegakkan di atas tanah bumi dengan penuh integritas.

Perjalanan Vertikal: Menembus Sidratul Muntaha

Lalu, dimulailah Mi'raj. Pendakian yang menggetarkan jiwa. Melalui tujuh lapis langit, Rasulullah menyapa ruh-ruh suci hingga tiba di satu titik di mana Jibril pun tak sanggup lagi melangkah: Sidratul Muntaha.

Di sana, di hadapan cahaya yang tak terlukiskan kata-kata, tidak ada lagi perantara. Hanya ada hamba dan Penciptanya. Dari puncak singgasana Arsy-Nya, turunlah perintah shalat lima waktu—sebuah "tali kasih" agar manusia tetap terhubung dengan Langit meskipun kakinya menginjak bumi. Shalat adalah Mi'raj-nya orang beriman, tempat kita mengadukan ketidakadilan dunia untuk mendapatkan ketenangan dari Sang Maha Adil.

Refleksi di Tahun 2026: Meneladani Amanah

Memasuki 27 Rajab 1447 H yang bertepatan pada Sabtu, 17 Januari 2026 ini, kami di keluarga besar Anita Rohmah, S.H., M.Kn. merenung sejenak. Profesi kami yang bergelut dengan hukum, akta, dan kebenaran, sejatinya adalah sebuah amanah yang berat namun mulia.

Isra' Mi'raj mengajarkan kita tentang keteguhan di tengah ujian, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, dan yang terpenting: kepatuhan pada aturan yang lebih tinggi. Sebagaimana Rasulullah yang membawa "oleh-oleh" shalat untuk kedisiplinan umat, kami pun berkomitmen untuk senantiasa menjaga kedisiplinan moral dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.

"Tuhan tidak memanggil yang mampu, tapi Tuhan memampukan mereka yang terpanggil. Perjalanan Isra' Mi'raj adalah bukti bahwa setelah kesempitan, pasti ada kelapangan yang seluas langit."

Keluarga Besar Kantor Anita Rohmah, S.H., M.Kn. mengucapkan:

Selamat Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H.

Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas sujud kita. Semoga setiap langkah kerja kita menjadi ibadah, dan setiap keputusan yang kita buat senantiasa selaras dengan keadilan yang diridhai-Nya. Selamat menjemput cahaya di malam yang penuh berkah ini.

artikel Berita
Anita Rohmah,S.H.,M.Kn.,C.Med
Anita Rohmah,S.H.,M.Kn.,C.Med
Saya adalah seorang ibu dari anak- anak saya yang cantik dan tampan, saya menyukai dunia hukum,teknologi, & juga menyukai kegiatan sosial.
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar